Pemanfaatan Batubara yang Suatu Hari Bisa Habis Tak Bersisa

11

Batuan organik yang mudah terbakar sekaligus menjadi komoditas paling banyak digunakan di masa kini adalah batubara.

Bagaimana tidak, ketika dibakar mineral ini mampu menyumbang lebih dari 30% kebutuhan energi dunia.

Salah satu fakta menarik yang dimiliki oleh batubara ini adalah darimana ia didapatkan. Manusia hanya dapat menambangnya dari deposit bawah tanah yang telah terbengkalai semenjak tahun 360 sebelum masehi, dan masih digunakan untuk berbagai macam aplikasi hingga masa kini.

Itu artinya, batubara merupakan bahan bakar fosil yang tak berkelanjutan, dan persediannya benar-benar terbatas.

Pada akhirnya, batu ini bisa habis dan pemanfaatan batubara pun akan selesai pada waktunya. Kita pun sebagai umat manusia yang sudah keranjingan akan energi dunia (tak hanya listrik) harus mencari sumber energi lain.

Termasuk Bahan Bakar Fosil

Dimulai dari minyak mentah, gas, hingga batu bara, ketiganya merupakan bahan bakar fosil. Batubara tentunya membutuhkan waktu selama jutaan tahun untuk terbentuk dari pohon mati dan bahan tanaman lainnya.

Sayangnya, sebagai sumber daya alam yang terbatas dan tak terbarukan (berbeda dengan reboisasi), manusia malah menggunakannya lebih cepat daripada yang dapat diganti.

Sekalipun batubara juga terkadang bisa kita temukan di permukaan tanah, akan tetapi jenis yang memiliki kualitas baik ada di bawah sana.

Suhu dan tekanan udara juga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan batu bara yang berkualitas baik.

Bukan Sekedar Energi

Padahal sangatlah terbatas, namun manusia memanfaatkan batubara untuk sektor lainnya di saat yang bersamaan.

Misalnya, tar batubara yang halus digunakan pula untuk memproduksi bahan kimia seperti fenol dan naftalena.

Fenol sendiri digunakan sebagai pengobatan yang efektif untuk jari dan kuku yang tumbuh ke dalam. Bahkan bebreapa antiseptik dan aspirin mengandung fenol di dalamnya.

Sementara Naftalena lazimnya digunakan sebagai bahan dasar plastik, pewarna, resin, dan bahan bakar. Paling umum dipakai untuk insektisida fumigan.

Lantas, apa yang terjadi jika misalnya besok atau lusa batubara tiba-tiba habis? Sudah siapkah umat manusia menghadapi kemungkinan buruk tersebut?